Minggu, 10 Maret 2013
Mengapa Lionel Messi
selalu tampil cemerlang di setiap laga? Ia mungkin tidak mencetak gol,
namun pergerakan dan assistnya tak terbendung oleh 3 hingga 5 pemain
belakang lawan. Apa yang berbeda dari otak si komputer?

Baru-baru ini, ada dua ahli ternama yang meneliti ada apa dengan Lionel Messi dari sudut pandang ilmiah. Mereka adalah Norbert Hagemann dari University of Kassel Jerman dan Daniel Kahnemann, seorang psikolog keturunan Israel-Amerika.
Hagemann sudah merilis penelitiannya dalam Champions, majalah resmi UEFA. Dalam penelitiannya, Hagemann menyebutkan bahwa para jenius sepakbola memang memiliki spesialisasi khusus.
Awalnya, ada teori yang menyebutkan bahwa orang seperti Messi memiliki penglihatan yang lebih luas daripada daripada pesepakbola lain. Namun, berdasarkan penelitian, tidak demikian adanya. Yang membedakan adalah cara Messi memandang keadaan. Messi diibaratkan sebagai pecatur yang melihat papan catur tidak hanya berupa 64 kotak, tetapi berupa 8 kelompok kotak yang bisa dirangkai atau dirombak sesuai dengan imajinasi otak.
Gagasan lain coba dikupas oleh Daniel Kahnemann yang meraih hadiah Nobel tahun 2002. Menurutnya, Messi memiliki daya intuisi yang sempurna. Ia mengibaratkan Messi bagaikan pemadam kebakaran yang mengetahui apakah sebuah rumah akan meledak atau tidak hanya dengan melihat keadaan kondisi rumah tersebut.
Pada akhirnya, disepakati bahwa pemain sekaliber Messi adalah seorang “pengambil keputusan” atau pemecah masalah di lapangan. Mereka memiliki sekian cara jitu untuk mengatasi sekian banyak masalah dari pihak lawan.
Kita tentu masih mengingat penjagaan 3-5 pemain lawan yang ekstra luar biasa di first leg perempat final Copa del Rey. Kala itu, Messi yang sempat tak berkutik di babak pertama, langsung menemukan solusi di babak kedua. Bahkan, ia menciptakan assist cantik untuk gol kemenangan Eric Abidal.

Baru-baru ini, ada dua ahli ternama yang meneliti ada apa dengan Lionel Messi dari sudut pandang ilmiah. Mereka adalah Norbert Hagemann dari University of Kassel Jerman dan Daniel Kahnemann, seorang psikolog keturunan Israel-Amerika.
Hagemann sudah merilis penelitiannya dalam Champions, majalah resmi UEFA. Dalam penelitiannya, Hagemann menyebutkan bahwa para jenius sepakbola memang memiliki spesialisasi khusus.
Awalnya, ada teori yang menyebutkan bahwa orang seperti Messi memiliki penglihatan yang lebih luas daripada daripada pesepakbola lain. Namun, berdasarkan penelitian, tidak demikian adanya. Yang membedakan adalah cara Messi memandang keadaan. Messi diibaratkan sebagai pecatur yang melihat papan catur tidak hanya berupa 64 kotak, tetapi berupa 8 kelompok kotak yang bisa dirangkai atau dirombak sesuai dengan imajinasi otak.
Gagasan lain coba dikupas oleh Daniel Kahnemann yang meraih hadiah Nobel tahun 2002. Menurutnya, Messi memiliki daya intuisi yang sempurna. Ia mengibaratkan Messi bagaikan pemadam kebakaran yang mengetahui apakah sebuah rumah akan meledak atau tidak hanya dengan melihat keadaan kondisi rumah tersebut.
Pada akhirnya, disepakati bahwa pemain sekaliber Messi adalah seorang “pengambil keputusan” atau pemecah masalah di lapangan. Mereka memiliki sekian cara jitu untuk mengatasi sekian banyak masalah dari pihak lawan.
Kita tentu masih mengingat penjagaan 3-5 pemain lawan yang ekstra luar biasa di first leg perempat final Copa del Rey. Kala itu, Messi yang sempat tak berkutik di babak pertama, langsung menemukan solusi di babak kedua. Bahkan, ia menciptakan assist cantik untuk gol kemenangan Eric Abidal.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Atas
About Me
- Al_16
statistik
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular Posts
-
1.ketika Lemparan jauh sewaktu Bola out tekan L2+R2+(A,A,K,SE,L) 2.untuk cheat Wasit Sabar pencet cheatnya ketika Loding kick off R2,R1,L2...
-
Real Madrid lebih unggul atas Barcelona musim lalu. Dari total enam El Clasico di semua kompetisi musim lalu, Madrid sukses meraih tiga...
-
Hubungan Luis Enrique dan Lionel Messi tampaknya semakin membaik, setelah sang pelatih menyanjung sang bintang dengan sebutan pemain da...
-
1. Diego Armando Maradona (1982-1984 Argentina) Quote: Diego Armando Maradona (lahir di Buenos Aires, Argentina, 30 Oktober 1960; umu...
-
Tak ada yang meragukan kehebatan lini belakang hingga lini depan yang dimiliki oleh Barcelona. Namun, dibalik itu Los Cules boleh jadi mas...
-
5 Penyebab Kekalahan Barca atas Madrid di Copa del Rey 02:35:00 PM | Author: Murtianto | Dilihat: 6630 kali Berikut ini lima faktor y...
-
Asisten pelatih Barcelona Jordi Roura menyatakan kondisi lapangan amat memprihatinkan pada pertandingan Liga Champions ketika mereka kal...
-
Asisten pelatih Barcelona Jordi Roura menyatakan kondisi lapangan amat memprihatinkan pada pertandingan Liga Champions ketika mereka kal...
-
Neymar mengklaim bahwa tidak ada sahabat yang paling memehami dirinya selain Lionel Messi , menyusul penampilan gemilang keduannya saat ...
-
Pelatih Barcelona, Tito Vilanova mengaku masih menjalani terapi penyembuhan kanker yang akan membuatnya absen menemani timnya mengejar ge...






0 komentar:
Posting Komentar